Keluarga Bersih, Sehat, dan Ceria

Dwi Yuniar Ramadhani, S.Kep.Ns.,M.Kep.

Apakah anda dan keluarga merupakan keluarga sehat ? Mungkin sebagian dari kita merasa keluarganya termasuk keluarga sehat, tetapi tahukah anda bagaimana menuju keluarga sehat ? Mungkin juga sebagian dari kita akan menjawab banyak cara menuju keluarga sehat.

Suatu negara dikatakan sehat bila individu dan keluarganya juga sehat. Banyak yang beranggapan untuk sehat memerlukan peralatan yang memadai, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan mungkin juga akan melakukan banyak hal untuk tetap sehat. Perilaku sehat dapat dimulai dari diri sendiri dengan memulai hal-hal yang sederhana seperti kebiasaan menyuci tangan dengan benar.

Memulai perilaku sehat secara sederhana yang dilakukan sehari-hari akan memberikan dampak yang positif bagi kesehatan dan dapat juga mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Perilaku sehat dapat dilakukan dengan cara yang sederhana serta sekaligus mencegah penyakit. Cara yang sederhana tersebut dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau yang biasa disebut dengan PHBS.

Perilaku hidup bersih dan sehat bisa dimulai dari unit yang paling kecil di masyarakat yaitu keluarga. Dimana keluarga yang sehat akan berdampak pada banyak hal seperti aktivitas sehari-hari dari masing-masing anggota keluarga. Didalam keluarga juga terdapat role model yang dijadikan panutan oleh anggota keluarga yang lain untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

Perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga merupakan upaya memberdayakan anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Indikator yang dapat dijadikan sebagai acuan oleh keluarga untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sebagai berikut :

Indikator 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan yang menolong persalinan merupakan seseorang yang ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Selain itu juga tenaga kesehatan dapat melakukan rujukan ke Puskesmas atau Rumah Sakit bila terdapat kelainan. Peralatan yang digunakan oleh tenaga kesehatan juga bersih dan steril sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.

Indikator 2. Memberi bayi ASI eksklusif.

ASI merupakan makanan alamiah berupa cairan yang banyak mengandung zat gizi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan bayi sehingga pertumbuhan dan perkembangannya baik. Selain itu ASI memiliki kandungan kekebalan tubuh pada anak terhadap penyakit dan menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan anak. Pemberian ASI juga bermanfaat bagi ibu yaitu mengurangi perdarahan setelah persalinan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu dan menunda kehamilan, mengurangi resiko kanker payudara.

Indikator 3. Menimbang balita setiap bulan.


Melakukan penimbangan balita setiap bulan bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita serta melakukan deteksi dini dari adanya kelainan.

Indikator 4. Menggunakan air bersih.

Penggunaan air bersih untuk aktivitas sehari-hari seperti ketika memasak, dan mencuci. Memasak menggunakan air yang sudah matang dapat membunuh mikroorganisme yang terdapat pada makanan, begitu juga dengan mencuci baju dengan air bersih bisa menghindarkan tubuh dari adanya penyakit kulit.

Indikator 5. Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun.

Dengan cuci tangan dengan benar dapat menghindarkan bakteri masuk ke dalam tubuh sehingga kita terhindar dari berbagai penyakit dan tangan menjadi bersih serta mencegah penularan penyakit.

Indikator 6. Menggunakan jamban sehat.

Jamban yang bersih adalah terjaga lingkungannya yaitu bersih, sehat dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air yang ada disekitarnya dan tidak mengundang datangnya lalat atau serangga yang menjadi penularan penyakit diare, kolera disentri, typus, cacingan, penyakit saluran cerna, penyakit kulit dan keracunan.

Indikator 7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu.

Bertujuan untuk memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti demam berdarah dengue, chikungunya, malaria, filiriasis (kaki gajah) di tempat-tempat perkembang biakannya. Dengan melakukan 3M plus (menguras, menutup, mengubur, plus menghindari gigitan nyamuk).

Indikator 8. Makan sayur dan buah setiap hari.

Dengan mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayur atau sebaliknya setiap hari untuk setiap anggota keluarga, sehingga kebutuhan akan serat, vitamin dan mineral akan terpenuh selain itu juga membuat kita menjadi tidak mudah lapar.

Indikator 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.

Melakukan gerak tubuh dapat mengeluarkan energi yang berguna untuk pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Aktifitas fisik yang bisa dilakukan sehari-hari seperti berjalan kaki, mencuci baju, naik turun tangga, membersihkan rumah atau melakukan olahraga yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya.

Indikator 10. Tidak merokok di dalam rumah.

Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah, karena rokok akan mengeluarkan 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar dan karbon monoksida.

Manfaat perilaku hidup bersih dan sehat bagi keluarga memberikan dampak yang positif dimana setiap anggota keluarga menjadi sehat, kuat dan tidak mudah sakit, anak pun tumbuh sehat dan cerdas, anggota keluarga giat bekerja dan pengeluaran biaya rumah tangga dapat dikelola untuk pemenuhan gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

2017-06-27 11:26:05

Our Articles

Dewi Andriani, S.Kep.Ns.,M.Kes.

Pendidikan Vokasi

2017-10-17 11:09:32

APA ITU PENDIDIKAN VOKASI? Pendidikan vokasi/ kejuruan adalah pendidikan yang menekankan pada keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

Read More
Rina Budi Kristiani, S.Kp.M.Kep.

Menjadi Pemimpin Efektif

2017-07-19 14:54:52

Bagaimanakan menjadi seorang pemimpin yang efektif? Pemimpin yang dapat menggunakan segala gaya kepemimpinannya untuk menggerakan kelompok kerjanya untuk mencapai tujuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan adalah budaya, keluarga, harapan diri dan orang lain, pengalaman sebelumnya, kepercayan diri dan kemampuan untuk bertoleransi.

Read More
Dwi Yuniar Ramadhani, S.Kep.Ns.,M.Kep.

Keluarga Bersih, Sehat, dan Ceria

2017-06-27 11:26:05

Suatu negara dikatakan sehat bila individu dan keluarganya juga sehat. Banyak yang beranggapan untuk sehat memerlukan peralatan yang memadai, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan mungkin juga akan melakukan banyak hal untuk tetap sehat.

Read More
Susanti, S.Kep.Ns.M.Kep.

Pemutih Wajah Antara Gaya Dan Bahayanya

2017-02-09 14:19:24

Masa remaja adalah masa pencarian identitas. Sedangkan, gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, opininya. Dimensi self orientation gaya hidup mencapai tiga kategori yaitu prinsip, status, aksi.

Read More



Company Profile


Follow Our Instagram

instagram.com/akperadihusada

Like Our Page Facebook

facebook.com/akperadihusada