Nutrisi Pada Ibu Hamil

Etika Purnamasari, S.Kep.Ns.M.Kep.

Makanan ibu sewaktu hamil hendaknya mengandung jumlah dan mutu gizi yang baik. Bila ibu hamil makan makanan yang jumlah dan mutu gizinya rendah, dapat menyebabkan kemunduran kesehatan janin. ibu yang sewaktu hamil mempunyai status gizi yang rendah dengan pertambahan berat badan ≤ 9 kg dan lingkar lengan atas kurang dari 22 cm akan mempunyai risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg).

Pedoman dalam pengawasan kecukupan gizi ibu hamil adalah kenaikan berat badan ibu. Sebagai standard kebiasaan kenaikan berat badan pada ibu hamil menurut Committee on Nutritional (1990) adalah sekitar 7 kg sampai 18 kg. Untuk ibu gemuk (BMI > 26-29) pertambahan berat badan sekitar 7kg -11,5 kg, untuk ibu normal (BMI 19,8-26) maka pertambahan 11,5 kg – 16 kg dan untuk ibu kurus (BMI < 19,8 pertambahan berkisar 12,5 kg – 18 kg. Dengan berpegangan pada nilai tersebut maka jika terjadi kelebihan berat badan  lebih dari standar maka dianjurkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat serta gula-gula.

Selama hamil, ibu perlu menambah makan dengan porsi kecil satu kali (menjadi 4X sehari) atau makan makanan selingan setiap hari untuk mendapatkan kecukupan energi dan gizi untuk ibu dan bayi yang dikandungnya. Ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi yang ada, seperti susu segar, buah segar dan sayuran, daging, ikan, telur, kacang-kacangan serta vitamin, utamanya vitamin A, B, C dan D serta asam folat. Minum air putih bila ibu merasa haus, kurangi minum kopi dan teh selama ibu hamil. Minum teh atau kopi saat makan dapat mempengaruhi penyerapan makanan dalam tubuh ibu, sehingga asupan nutrisi berkurang.

Dengan demikian untuk mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada janin sudah selayaknya bila makanan ibu sewaktu hamil perlu mendapat prioritas utama dalam keluarga.


2017-02-01 14:17:56

Our Articles

Dewi Andriani, S.Kep.Ns.,M.Kes.

Pendidikan Vokasi

2017-10-17 11:09:32

APA ITU PENDIDIKAN VOKASI? Pendidikan vokasi/ kejuruan adalah pendidikan yang menekankan pada keahlian praktikal yang dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

Read More
Rina Budi Kristiani, S.Kp.M.Kep.

Menjadi Pemimpin Efektif

2017-07-19 14:54:52

Bagaimanakan menjadi seorang pemimpin yang efektif? Pemimpin yang dapat menggunakan segala gaya kepemimpinannya untuk menggerakan kelompok kerjanya untuk mencapai tujuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan adalah budaya, keluarga, harapan diri dan orang lain, pengalaman sebelumnya, kepercayan diri dan kemampuan untuk bertoleransi.

Read More
Dwi Yuniar Ramadhani, S.Kep.Ns.,M.Kep.

Keluarga Bersih, Sehat, dan Ceria

2017-06-27 11:26:05

Suatu negara dikatakan sehat bila individu dan keluarganya juga sehat. Banyak yang beranggapan untuk sehat memerlukan peralatan yang memadai, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan mungkin juga akan melakukan banyak hal untuk tetap sehat.

Read More
Susanti, S.Kep.Ns.M.Kep.

Pemutih Wajah Antara Gaya Dan Bahayanya

2017-02-09 14:19:24

Masa remaja adalah masa pencarian identitas. Sedangkan, gaya hidup merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, opininya. Dimensi self orientation gaya hidup mencapai tiga kategori yaitu prinsip, status, aksi.

Read More



Company Profile


Follow Our Instagram

instagram.com/akperadihusada

Like Our Page Facebook

facebook.com/akperadihusada